OJK minta bank digital jaga kualitas pertumbuhan usai cetak profit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa keberhasilan bank digital tidak cukup dinilai hanya dari pertumbuhan pengguna dan profit jangka pendek. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan, meliputi struktur pendanaan yang sehat, kualitas aset, efisiensi, permodalan kuat, dan profitabilitas berkelanjutan. Hampir seluruh bank digital di Indonesia sudah mencatatkan profit pada 2025, unggul dibandingkan Singapura dan Hong Kong yang masih banyak bank digital belum mencapai breakeven meski sudah beroperasi lama.
OJK mengingatkan beberapa tantangan krusial bagi bank digital, termasuk kemandirian infrastruktur teknologi informasi yang masih banyak bergantung pada induk, sehingga membatasi fleksibilitas inovasi. Selain itu, ancaman siber dan fraud yang semakin kompleks menuntutkan sistem keamanan TI yang kuat. Kolaborasi dengan platform eksternal juga meningkatkan risiko keamanan.
Penggunaan emerging technologies seperti artificial intelligence, blockchain, dan quantum computing perlu dilakukan dengan pengawasan dan tata kelola yang matang untuk menghindari risiko pasar dan ketergantungan pada pemain dominan. OJK menekankan pentingnya fondasi kuat dari sisi permodalan, tata kelola, manajemen risiko, dan kapasitas teknologi agar bank digital dapat beradaptasi dengan inovasi yang bertanggung jawawab.
Bagikan
Berita terkait
OJK: Bank digital perlu bangun ekosistem jadi bisnis berkelanjutan
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 19.23
Laba Asuransi Jiwa Melonjak 75% Tapi Hasil Investasi Minus
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 14.05
Tips Agar HP Tak Dibajak Rekening Dikuras dari Badan Intelijen dan OJK
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.15
Indonesia Cyber Protection 2026 Dorong Industri Keuangan Perkuat Ketahanan Siber Berbasis Era AI
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.06