Okupansi Mal Penuh pada Kuartal II 2026, Harga Sewa Diproyeksi Naik 3%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tingkat okupansi di mal-mal utama Jakarta mencapai 96 persen pada kuartal II 2026, menurut James Taylor dari JLL Indonesia. Angka ini sangat tinggi, menandakan hampir tidak ada ruang kosong. Permintaan ritel dipengaruhi ekspansi, aktivitas tenant, dan optimasi fasilitas mal, meski indikator keuangannya sederhana. Harga sewa diproyeksi naik sekitar 3 persen pada 2026, mengikuti tren historis. Total stok ritel Jakarta sekitar 3,2 juta meter persegi, dengan pasokan baru terbatas: 66.000 meter persegi hingga akhir 2026 dan 56.000 meter persegi mulai 2027. Harga sewa rata-rata mal premium Rp 621.341 per meter persegi, naik 0,25 persen kuartalan. Konsep toko ritel eksperimental dapat meningkatkan kunjungan dan durasi tinggal pengunjung, khususnya di sektor minuman.
Bagikan
Berita terkait
Nyaris Lolos ke Hong Kong! Bea Cukai Tangkap 2 WNA Pembawa 30 Keping Emas Ilegal Rp 60 Miliar
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 15.46
Rupiah Selasa ditutup melemah ke Rp17.862 imbas kenaikan harga minyak
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.31
Prabowo Ajukan M. Sarjito Jadi Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas OJK
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.30
Harga Bawang Merah Mulai Turun, Tapi Tak Merata
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.30