Orang Terkaya di Jerman Ini Tinggalkan Rp 868 Triliun Buat Yayasan Amal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339655/original/075284100_1788423714-kuhne.jpg)
Klaus-Michael Kuhne, mantan orang terkaya di Jerman yang meninggal pada 24 Agustus 2026, meninggalkan kekayaan sebesar 42,2 miliar euro (Rp 868,23 triliun) ke Kuhne Foundation, yayasan amal yang dia bangun bersama orang tuanya sekitar 50 tahun lalu. Karena tidak memiliki keturunan, kekayaannya tidak dikenakan pajak warisan dan langsung dialihkan ke yayasan tersebut, yang kini menjadi salah sati yayasan terbesar di Eropa. Aset yang dialihkan meliputi saham mayoritas Kuhne+Nagel, 30% Hapag-Lloyd, 15% Brenntag, sebagian Lufthansa, dan properti seperti Hotel Fontenay di Hamburg. Kuhne juga dikenal sebagai raja bisnis logistik yang berhasil menyelamatkan dan mengembangkan perusahaan pengiriman global. Yayasan ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan dividen sekitar 1 miliar franc Swiss (Rp 21,8 triliun) per tahun. Metode perpajakan Swiss yang rendah dan kebijakan kanton Schwyz yang tidak menerapkan pajak warisan menjadi faktor kunci dalam alih aset ini. Yayasan Kuhne kini berada di antara 10 yayasan terbesar di dunia, meski belum setinggi Novo Nordisk Foundation atau Gates Foundation.
Bagikan
Berita terkait
Tembus Pasar Eropa, KASS Sukses Ekspor Biji Kakao ke Swiss
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 16.09
PT KASS Sukses Tembus Pasar Eropa Lewat Ekspor Perdana 1,5 Ton Biji Kakao ke Swiss
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 14.55
Terduga Pelaku Penembakan Mematikan di Acara Rave Swis Ditangkap
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 06.01
1.000 Orang Kubur Celana Dalam, Tujuannya Tak Terduga
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 08.45