Orang Terkaya Sumatra Punya 13 Limusin-2 Kapal Pesiar, Nasibnya Tragis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keluarga Sultan Langkat, khususnya Sultan Mahmud yang berkuasa dari 1927 hingga 1946, dikenal sebagai kalangan terkaya di Sumatra. Kekayaan mereka berasal terutama dari tambang minyak di Pangkalan Brandan yang dikelola Royal Dutch Petroleum sejak era Sultan Musa (1840-1893), memberikan pendapatan sekitar US$3.000 per tahun. Selain minyak, kekayaan juga berasal dari perkebunan tembakau dan kayu hutan. Pada masa kejayaannya, Sultan Mahmud dimiliki 13 mobil limusin dan dua kapal pesiar, sementara gaya hidup keluarganya mengadopsi gaya Belanda dalam pakaian, budaya, dan makanan. Istana Darussalam menjadi simbol kemewahan ini. Namun, kehidupan mewah itu berakhir tragis pada 1946 saat Revolusi Sosial Sumatra Timur. Massa mendatangi istana, menjarah harta benda, dan menangkap sejumlah anggota keluarga bangsawan. Istana yang megah pun mengalami kerusakan parah akibat aksi massa tersebut.
Bagikan
Berita terkait
AS Siap Ambil Alih Sebagian Besar Kekayaan Minyak Venezuela
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 13.43
Warga Negara Asing Makin Doyan Pakai QRIS, Transaksi Tembus Rp5,9 T
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.58
Zulhas Buka-Bukaan Biaya Produksi Beras RI Jauh Lebih Mahal dari Thailand
Detik.com · 5 September 2026 pukul 15.51
Maybank Indonesia Ajarkan Upcycling Sampah ke Ribuan Siswa
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 15.40