P2G Sedang Menunggu Kecaman Resmi dari PBNU Usai Ratusan Santri Keracunan MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gelombang kasus keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin membimbangkan. Koordinator Nasional P2G, Iman Zanatul Haeri, menyoroti carut-marut tata kelola program ini setelah ratusan santri dan siswa jatuh sakit dalam sepekan terakhir. Iman mencatat tiga lokasi utama kejadian: Sidoarjo (592 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam), Agam (237 siswa), dan Nganjuk (47 siswa). Ia menyindir betapa PBNU belum mengeluarkan kecaman resmi meski korban terbanyak berasal dari kalangan santri. "Maaf nak, kalian cuma angka," tulisnya dalam keterangannya. Iman juga mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi pada 3 Juli 2026, saat 19 SPPG di Sidoarjo dihentikan sementar. Ia menilai program MBG dipaksakan berjalan tanpa memperhatikan aspek keselamatan, sehingga sistem pengawasan dan pencegahan pemerintah dinilai gagal total.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 15.42
725 Murid dan Guru di SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 08.33
Tidak Ada Korban Meninggal, Ratusan Korban Keracunan MBG Dirawat di 3 Rumah Sakit
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.30
Total Santri Korban Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo 730 Orang
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 19.07
100 Siswa di Nganjuk Diduga Keracunan MBG, Penyebab Masih Dicari
Berita terkait
Keracunan MBG Bukan Insiden, Tapi Bom Waktu
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 19.10
Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Diare Massal Siswa SMPN 5 Rembang Diduga gegara Telur MBG Terkontaminasi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 01.43
556 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Dosen Ilmu Kesehatan: Kalau Ditanya Apa Penyebabnya, Jawabannya Banyak!
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.10