Tak Cukup Cek Aroma dan Rasa, BGN Siapkan Tes Kit Kimiawi di Setiap Dapur MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyediakan tes kit kimiawi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tes kit ini digunakan untuk mendeteksi zat berbahaya seperti arsenik dan indikasi pembusukan makanan, karena pemeriksaan sebelumnya hanya mengandalkan uji organoleptik yang tidak memadai.
BGN telah menutup sekitar 1.300 SPPG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, termasuk pasca kasus keracunan makanan di Berastagi. Penggunaan tes kit kimiawi mengacu pada praktik SPPG Bhayangkari Polri yang dinilai berhasil.
Selain pengawasan ketat, BGN akan memberikan sanksi kepada personel yang tidak memenuhi standar kerja. Evaluasi juga dilakukan terhadap kebijakan insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG untuk keberlanjutan program.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
BGN Pertimbangkan SPPG Pakai Test Kit untuk Deteksi Kandungan Berbahaya MBG
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 08.10
Bos BGN Wajibkan Kepala Dapur MBG Siaga Dini Hari, Kenapa?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.28
BGN Tak Pandang Pemilik, 1.300 Dapur MBG Ditutup dan Bisa Permanen jika Tak Penuhi Standar
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.46
3 Pekan Jadi Bos BGN, Sudaryono Tutup 1.300 Dapur MBG
Berita terkait
BGN Buka Lagi SPPG Gowa usai Hasil Lab MBG Dinyatakan Aman
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.53
198 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Tanjungsari 1 Tulungagung Dihentikan 20 Hari
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 11.36
Zulkifli Hasan Soroti Keterlambatan Distribusi MBG, SPPG yang Lalai Akan Diganti
VOI · 5 September 2026 pukul 15.00
Kepala BGN Sebut Beberapa Kasus Keracunan MBG Telah Naik Sidik
JawaPos · 4 September 2026 pukul 14.31