P2MI Usul Anggaran Rp 3,9 Triliun, 85% Buat Perlindungan Pekerja Migran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299573/original/010273000_1784265735-1000379515.jpg)
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengusulkan anggaran 2027 sebesar Rp 3,9 triliun, dengan 85,3% (Rp 3,32 triliun) untuk program penempatan, perlindungan, dan pemberdayaan PMI. Sisa 14,7% (Rp 572,47 miliar) dialokasikan untuk dukungan manajemen termasuk belanja pegawai dan operasional. Program utama fokus pada peningkatan kapasitas PMI dengan target 140 ribu orang dan anggaran Rp 3,06 triliun, termasuk penempatan melalui skema government-to-government (G to G) sebanyak 13.200 orang.
P2MI juga menargetkan pemetaan pasar kerja luar negeri pada 28 kegiatan dan pembinaan 125 lembaga vokasi. Anggaran Rp 42 miliar disiapkan untuk layanan perlindungan PMI melalui atase dan staf teknis di negara penempatan, mencakup pengaduan, mediasi, dan advokasi. Program kepulangan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial juga termasuk dalam alokasi anggaran tersebut.
Pada tahun 2025, P2MI berhasil mencegah 6.688 orang CPMI dari penempatan ilegal melalui 2.262 kegiatan pengawasan. Kementerian juga menjatuhkan sanksi pada 20-an hingga 30 perusahaan penempatan nakal, termasuk pencabutan izin operasional dan pencairan depositonya. Di sisi digital, 2.109 tautan lowongan palsu berhasil diblokir, meskipun akun penipu terus muncul kembali.
Bagikan
Berita terkait
Penempatan Pekerja Migran RI 2026 di Luar Negeri Tembus 238.000 Orang
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.45
Bos BGN Buka-bukaan Rincian Anggaran MBG Rp240,2 T Tahun Depan
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.30
Bos BGN Buka Suara soal Anggaran MBG Usai Purbaya Dicopot
Detik.com · 17 September 2026 pukul 18.00
Bos BGN Buka Suara soal Nasib Anggaran MBG Usai Purbaya Dicopot
Detik.com · 17 September 2026 pukul 18.00