Pakar Asing Puji Prabowonomic hingga Transformasi Danantara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Profesor Hubungan Internasional Webster University Rovshan Ibrahimov memuji kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto melalui restrukturisasi BUMN dan pembentukan Danantara Indonesia. Ibrahimov menyatakan restrukturisasi BUMN merupakan langkah signifikan yang menyasar struktur yang telah berkembang selama puluhan tahun, yang disebut 'Prabowonomics'. Pemetaan BUMN menemukan 1.074 entitas, jauh di atas perkiraan awal 300-400 entitas. Hingga Agustus 2026, Danantara berhasil menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi. Danantara dilakukan sebagai instrumen utama dalam Prabowonomics untuk mengelola aset negara dan mendukung pembangunan seperti hilirisasi serta penciptaan lapangan kerja. Namun, Ibrahimov juga menyoroti kritik terhadap besarnya kewenangan Danantara serta pertanggungjawaban kepada Presiden. Keberhasilan model tersebut bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko dan keputusan sulit.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Berkomitmen Beri Pelaporan Keuangan Transparan dan Akuntabel
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.49
Dony Oskaria Ungkap Penyebab Restrukturisasi BUMN Karya Belum Rampung
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 16.13
Restrukturisasi BUMN Karya Rumit, Danantara: Utangnya Ratusan Triliun
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 19.46
Bos Danantara Temui Purbaya, Bahas Utang Whoosh hingga Skema Restrukturisasi BUMN
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 14.49