Restrukturisasi BUMN Karya Rumit, Danantara: Utangnya Ratusan Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses restrukturisasi BUMN Karya membutuhkan waktu lama karena kompleksnya masalah yang dihadapi. Setiap BUMN Karya memiliki lebih dari 20 anak perusahaan, bahkan hingga perusahaan turunan atau 'cucu' yang juga mengalami kesulitan. Total liabilitas dan utang yang harus diselesaikan mencapai ratusan triliuh rupiah, sehingga penyelesaian harus dilakukan secara bertahap satu per satu untuk menghindari dampak negatif yang lebih luas terhadap ekosistem bisnis.
Dony menegaskan bahwa meskipun Danantara memiliki opsi untuk menggabungkan seluruh BUMN Karya menjadi satu entitas secara cepat, langkah ini tidak diambil karena berpotensi menimbulkan konsekuensi yang lebih besar. Restrukturisasi dilakukan secara bertahap karena masalah sudah berlangsung cukup lama dan memiliki dampak signifikan pada sektor ekonomi.
Meskipun demikian, Danantara berkomitmen untuk menyelesaikan proses restrukturisasi BUMN Karya paling lambat pada akhir 2026. Dony menyatakan bahwa dinamika penyelesaian ini cukup rumit, melibatkan berbagai proyek seperti LRT dan Wika Realty, sehingga ia enggan memberikan jaminan pasti tentang penyelesaian tepat waktu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 18.30
Danantara Bereskan BUMN Karya: Utang Ratusan Triliun, Anak-Cucu Ikut Bermasalah
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.57
Danantara Kedepankan Prinsip Kehati-hatian Restrukturisasi BUMN Karya
Berita terkait
Bos Danantara Temui Purbaya, Bahas Utang Whoosh hingga Skema Restrukturisasi BUMN
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 14.49
WIKA dan WSKT Terancam Delisting, Ini Kata Bos Danantara
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.06
Danantara: Masyarakat himpun Rp2,16 miliar untuk korban bencana NTT
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 22.19
Bos Danantara Tepis Bank BUMN Bakal Terdampak Usai Danai Kopdes
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.01