Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar: Kepentingan Pak Jokowi Sangat Besar untuk Mengamankan PSI

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 14 Oktober 2025. Keputusan ini dinilai memiliki konsekuensi politik yang lebih luas dari sekadar memperkuat posisi Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI. Menurut pengamat politik Arifki Chaniago, kehadiran Jokowi di PSI bertujuan memastikan partai berlambang gajah dapat memasuki parlemen dan membangun kekuatan politik berkelanjutan. Dengan demikian, keluarga Jokowi tidak lagi bergantung pada partai politik lain untuk menjaga posisi tawar politik mereka.

Arifki menjelaskan bahwa keberhasilan PSI masuk parlemen akan memberikan ruang negosiasi yang lebih besar bagi keluarga Jokowi. Hal ini terkait dengan dinamika politik yang melibatkan dua anak Jokowi: Kaesang yang menjadi Ketua Umum PSI dan Gibran Rakabuming Raka yang menjabat sebagai Wakil Presiden. Dengan memiliki basis partai sendiri, keluarga Jokowi dapat memastikan dukungan politik yang lebih stabil dan tidak tergantung pada partai lain yang kepastiannya belum jelas.

Jokowi menjelaskan bahwa pengumuman keanggotaannya yang dilakukan pada September 2026 terkait dengan momen politik tertentu, sehingga baru ditunjukkan ke publik pada saat yang tepat. Ia menekankan bahwa keputusan bergabungnya dirinya ke PSI merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi politik keluarganya di tengah dinamika politik nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait