Pasar Saham Tak Kinclong, Investor RI Serbu Surat Berharga Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar saham yang kurang kinclong mendorong investor individu Indonesia beralih ke surat berharga negara (SBN), khususnya surat berharga syariah negara (SBSN). Seri SR025 mencatat 93.548 investor, tertinggi dalam sejarah, dengan volume penjualan Rp29,77 triliun, terdiri dari SR025T3 (Rp24,93 triliun, kupon 6,80%/tahun, jatuh tempo 2029) dan SR025T5 (Rp4,83 triliun, kupon 6,90%/tahun, jatuh tempo 2031). Dari total investor, 21.582 atau 23,07% merupakan investor baru SBN. Pemerintah menilai SBN ritel kompetitif, aman, dan menarik karena fitur syariahnya, sementara likuiditas tinggi dan literasi keuangan yang meningkat juga mendukung permintaan kuat. Direksi Kementerian Keuangan Suminto menegaskan keberhasilan penerbitan didorong demand, bukan supply, sehingga pemerintah menambah ukuran emisi SR025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 September 2026 pukul 18.43
Genjot Industri Tekstil, Danantara Siapkan Tax Holiday dan Kawasan Khusus
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 12.29
Bottleneck, Ketika Negara Menjadi Biaya Modal
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.30
IHSG Terseret ke 6.384 Awali Pekan Ini
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.09
IHSG Terpukul 0,88% ke Level 6.384,72 di Akhir Perdagangan
Berita terkait
Pemerintah Kasih Bukti Investor RI Loyal Beli Surat Berharga Negara
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.40
Warga RI Serbu Sukuk Ritel SR025, Pemerintah Dapat Dana Segar Rp29,7 T
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 20.00
Tiba-Tiba IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.53
Surat Utang SR025 Diserbu Investor, Terbanyak Sepanjang Sejarah!
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.23