PDIP Soal Buku Islam Ala Prabowo: Terkesan Dipaksakan, Tak Dikenal dalam Wacana Keislaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kader PDIP Mohamad Guntur Romli mengkritik buku berjudul 'Islam Ala Prabowo' karena dianggap dipaksakan. Guntur menilai Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki rekam jejak atau gagasan keislaman yang dikenal luas dalam wacana publik, sehingga penggunaan istilah 'ala' dalam judul tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Guntur membandingkan hal ini dengan tokoh seperti K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Ash'ari, Gus Dur, dan Soekarno yang memiliki pemikiran keislaman terdokumentasi. Ia memperingatkan bahwa buku tersebut justru bisa menjadi bumerang dan memicu kritik serta ejekan masyarakat alih-alih memberikan citra positif bagi Presiden Prabowo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 8 September 2026 pukul 11.06
Polemik Buku Islam ala Prabowo, Yusril: Pandangan Saya Bisa Dipertanggungjawabkan
Berita terkait
Gengsi? Ini yang Tak Ingin Diakui Kader PDIP soal Gibran
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.00
Kini Teriak Dnasti Politk, Dulu PDIP Sempat Ngarep Gibran Jadi Cawapres
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 19.40
PDIP Incar Gubernur Jatim di 2029, Ini Respons Gerindra
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.01
Prabowo Beri Pujian Khusus ke PDIP, Singgung Marhaenisme
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.48