Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pedestrian Deck Dukuh Atas: Ketika Kota Dibangun dari Langkah Kaki

MRT Jakarta membangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk menyatukan enam moda transportasi publik di simpul transit terpadu tersebut. Jembatan pejalan kaki berbentuk cincin diameter 100 meter ini menghubungkan empat area utama: Stasiun MRT Dukuh Atas BNI dan KRL BNI City (utara), Stasiun Sudirman dan LRT Dukuh Atas (timur), Kompleks Wisma 46 BNI, serta Halte TransJakarta Galunggung dan Landmark. Proyek bernilai sekitar Rp 300 miliar menggunakan skema creative financing tanpa dana APBD, dikembangkan melalui kolaborasi MRT Jakarta, KAI, dan anak usaha MBTJ. Struktur baja setinggi 8 meter dengan bentang kolom 66 meter akan dilengkapi tiga eskalator dan tiga elevator. Kehadirannya diproyeksikan memangkas waktu tempuh pejalan kaki hingga lima menit, misalnya rute Landmark Tower ke Hotel Shangri-La yang kini lebih langsung.

Kajian kelayakan (FS) telah rampung dan perencanaan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Saat ini proyek memasuki tahap pelelangan, target konstruksi mulai November 2026 dan rampung 2028. Pelaksanaan menghadapi tantangan teknis signifikan: lahan padat permukiman, status kepemilikan lahan campuran, serta lintasan yang harus menembus sungai, jalan layang, dan terowongan MRT yang masih beroperasi. Sisi administratif memerlukan koordinasi lintas instansi melibatkan Kemenhub, KAI, Railink, dan Pemda. Jembatan ini bertujuan menciptakan pengalaman perpindahan moda yang mulus, aman, dan nyaman bagi komuter.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait