Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dari idA- menjadi idBB dengan CreditWatch implikasi Negatif. Pemangkasan ini disebabkan rencana ADHI menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk meminta penundaan pembayaran kupon obligasi, dengan jatuh tempo kupon terdekat pada 24 Agustus 2026. Pefindo menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan tekanan likuiditas akut pada ADHI yang melemahkan kemampuan memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu.
Tekanan likuiditas ADHI terutama berasal dari lemahnya arus kas operasional, keterbatasan akses pendanaan, dan kondisi sektor konstruksi yang menantang. Meski peringkat masih didukung oleh posisi pasar yang memadai, Pefindo menilai risiko likuiditas tinggi, leverage yang meningkat, dan volatilitas lingkungan bisnis menjadi faktor pembatas. Jika pemegang obligasi menyetujui penundaan kupon, hal ini berpotensi memicu penurunan peringkat lebih lanjut karena dianggap sebagai bentuk restrukturisasi utang.
Dari sisi keuangan, aset bersih ADHI turun dari Rp28,39 triliun (2025) menjadi Rp26,21 triliun (Juni 2026), sementara ekuitas bersihnya mengecil drastis dari Rp3,3 triliun menjadi Rp2 triliun. Pada semester I-2026, penjualan ADHI mencapai Rp3,3 triliun dengan EBITDA Rp535,8 miliar (margin 16,2%). Rasio utang terhadap EBITDA melonjak menjadi 7,7 kali, dan utang terhadap ekuitas naik menjadi 4,1 kali.
Bagikan
Berita terkait
LRT City Bermasalah, Danantara Panggil Manajemen ADHI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.25
Danantara Panggil Adhi Karya Buntut Proyek LRT City Mandek
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 20.00
Andre Rosiade Siap Fasilitasi Penyelesaian Aduan Konsumen Perumahan Adhi Commuter Properti
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.12
Rating Kredit idAA+ Kembali Diraih, Askrindo Tunjukkan Daya Tahan Finansial Tinggi
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 18.17