Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dari idA- menjadi idBB dengan CreditWatch implikasi Negatif. Pemangkasan ini disebabkan rencana ADHI menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) untuk meminta penundaan pembayaran kupon obligasi, dengan jatuh tempo kupon terdekat pada 24 Agustus 2026. Pefindo menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan tekanan likuiditas akut pada ADHI yang melemahkan kemampuan memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu.

Tekanan likuiditas ADHI terutama berasal dari lemahnya arus kas operasional, keterbatasan akses pendanaan, dan kondisi sektor konstruksi yang menantang. Meski peringkat masih didukung oleh posisi pasar yang memadai, Pefindo menilai risiko likuiditas tinggi, leverage yang meningkat, dan volatilitas lingkungan bisnis menjadi faktor pembatas. Jika pemegang obligasi menyetujui penundaan kupon, hal ini berpotensi memicu penurunan peringkat lebih lanjut karena dianggap sebagai bentuk restrukturisasi utang.

Dari sisi keuangan, aset bersih ADHI turun dari Rp28,39 triliun (2025) menjadi Rp26,21 triliun (Juni 2026), sementara ekuitas bersihnya mengecil drastis dari Rp3,3 triliun menjadi Rp2 triliun. Pada semester I-2026, penjualan ADHI mencapai Rp3,3 triliun dengan EBITDA Rp535,8 miliar (margin 16,2%). Rasio utang terhadap EBITDA melonjak menjadi 7,7 kali, dan utang terhadap ekuitas naik menjadi 4,1 kali.

Berita terkait