Pemerintah Atur Tarif Jasa, Ojol Ingatkan Harga Terlalu Mahal Bisa Bikin Orderan Sepi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komunitas Ojek Online (KAJOL) Indonesia meminta pemerintah mempertimbangkan kesejahteraan pengemudi ojol dalam penyusunan regulasi tarif jasa pengantaran. Ketua KAJOL, Firmansyah, menyatakan pendapatan pengemudi tidak hanya tergantung besar kecil tarif, tetapi juga jumlah order yang diterima. Tarif yang terlalu mahal dapat menyebabkan pelanggan mengurangi penggunaan aplikasi, sehingga orderan menurun dan pendapatan driver turun. KAJOL menekankan pentingnya pemerintah melihat kondisi lapangan secara langsung dan tidak hanya mendengarkan satu pihak. Driver ojol membutuhkan aplikasi untuk menerima orderan, sehingga pemerintah harus membuat aturan yang tidak merugikan salah satu pihak.
Bagikan
Berita terkait
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Bakal Buka Kembali Rekening Aktivis Pati, Ini Kata Bank Mandiri
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.05
Polisi Akhirnya Buka Rekening Botok, Dalihnya Demi Lindungi Donatur dan Penerima Donasi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.03
Soal Larangan ke Luar Negeri, PN Jaksel Tolak Praperadilan Roy Suryo
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.02