Pemerintah dinilai perlu lakukan uji ketahanan dampak fiskal KCIC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah perlu melakukan uji ketahanan dampak fiskal atas pengambilalihan 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menyatakan penunjukkan Special Mission Vehicle (SMV) PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) sebagai pengelola utang KCIC lebih berperan sebagai penyangga daripada penghapus risiko. Jika tekanan keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berlangsung lama, beban fiskal dapat kembali ke pemerintah. Risiko dapat beralih dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) ke PT PII dan akhirnya kembali ke APBN. Ekonom INDEF ini menekankan pentingnya transparansi total potensi risiko fiskal serta stress test skenario penumpang, kurs, pendapatan proyek, dan kemampuan bayar KAI.
Bagikan
Berita terkait
60% Saham Kereta Cepat Bakal Dipegang Kemenkeu, PT PSBI Tutup?
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.31
Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05
Danantara Tegaskan Saham BUMN di KCIC Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.51
Naik 15%, Penumpang Whoosh Tembus 23 Ribu per Hari di Libur Panjang HUT RI
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.00