60% Saham Kereta Cepat Bakal Dipegang Kemenkeu, PT PSBI Tutup?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengambil alih 60 persen kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang sebelumnya dipegang oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Pengalihan saham secara hibah ini ditargetkan berlangsung pada September 2026 sebagai langkah strategis dalam proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa restrukturisasi utang kereta cepat ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penyelesaian kewajiban utang tersebut nantinya akan dikelola dan dibiayai menggunakan keuntungan dari dua lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah naungan Kemenkeu, salah satunya PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Mengenai kepastian penutupan operasional PT PSBI setelah sahamnya dialihkan, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, belum memberikan jawaban pasti. Ia menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan proses pengalihan saham selesai dengan baik demi menuntaskan permasalahan utang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.05
Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.51
Danantara Tegaskan Saham BUMN di KCIC Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
Berita terkait
Istana Buka Suara soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kementerian Keuangan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.23
Purbaya Tegaskan Kemenkeu Ambil Alih Seluruh Saham BUMN di Whoosh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.51
Naik 15%, Penumpang Whoosh Tembus 23 Ribu per Hari di Libur Panjang HUT RI
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Duduk Perkara Utang Whoosh Hingga Akhirnya Dibereskan Purbaya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.05