Pemerintah Dorong Koperasi Masuk Pasar Karbon, Apa Untungnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skema agar koperasi dapat berpartisipasi dalam pasar karbon. Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menyatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemasok jasa lingkungan, terutama dari hutan dan mangrove yang menyerap emisi karbon. Tujuannya agar keuntungan perdagangan karbon tidak hanya dinikmati korporasi, tetapi juga kembali ke rakyat melalui koperasi.
Koperasi nantinya bisa mengelola kawasan seperti mangrove, mendaftarkan unit karbon ke Sistem Registrasi Nasional (SRN), lalu memperdagangkannya. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa koperasi akan didorong masuk ke sektor strategis yang selama ini didominasi badan usaha besar, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Langkah ini diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.00
Harga Barang Ritel Berpotensi Naik Mulai Oktober 2026, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 15.51
Tarik Wisatawan, Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas dalam Setahun
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.30
Prabowo: Sampah Jadi Prioritas Tahun Ini, Harus Selesai!
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 22.11
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo Jadikan Koperasi Agen Pembangunan Keputusan Revolusioner
Berita terkait
Daftar Pemenang Koperasi Awards 2026
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 22.55
Daftar Tokoh Penerima Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka Koperasi Awards 2026
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 21.41
Kontribusi untuk Koperasi Indonesia Dapat Apresiasi, Ini Kategorinya
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, PKB sebut Industrialisasi Harus Diperkuat
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 20.00