Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Barang Ritel Berpotensi Naik Mulai Oktober 2026, Ini Pemicunya

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, memperingatkan potensi kenaikan harga barang ritel mulai kuartal IV-2026 atau sekitar Oktober. Kenaikan dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, logistik, energi, dan pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada barang impor.

Peritel mempersiapkan stok barang dalam jumlah besar sejak awal untuk musim belanja akhir tahun, termasuk Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan dan Idulfitri. Stok baru ini diproduksi dari bahan baku dengan harga yang sudah naik, sehingga kenaikan harga diperkirakan signifikan pada kuartal IV-2026. Pada kuartal III-2026, kenaikan harga belum terlalu terasa karena peritel masih menjual stok lama. Kenaikan berpotensi terjadi di hampir semua kategori produk karena biaya logistik dan energi memengaruhi seluruh rantai produksi.

APPBI berharap pemerintah dapat menekan kenaikan biaya produksi sebelum kuartal IV-2026 agar harga barang tidak melonjak. Jika kenaikan tidak terhindari, peritel akan menerapkan strategi seperti menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, membuat kemasan lebih kecil, dan memperbanyak program promosi. Pemerintah juga diminta fokus menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga menopang 57% pertumbuhan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait