Harga Barang Ritel Berpotensi Naik Mulai Oktober 2026, Ini Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, memperingatkan potensi kenaikan harga barang ritel mulai kuartal IV-2026 atau sekitar Oktober. Kenaikan dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, logistik, energi, dan pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada barang impor.
Peritel mempersiapkan stok barang dalam jumlah besar sejak awal untuk musim belanja akhir tahun, termasuk Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan dan Idulfitri. Stok baru ini diproduksi dari bahan baku dengan harga yang sudah naik, sehingga kenaikan harga diperkirakan signifikan pada kuartal IV-2026. Pada kuartal III-2026, kenaikan harga belum terlalu terasa karena peritel masih menjual stok lama. Kenaikan berpotensi terjadi di hampir semua kategori produk karena biaya logistik dan energi memengaruhi seluruh rantai produksi.
APPBI berharap pemerintah dapat menekan kenaikan biaya produksi sebelum kuartal IV-2026 agar harga barang tidak melonjak. Jika kenaikan tidak terhindari, peritel akan menerapkan strategi seperti menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, membuat kemasan lebih kecil, dan memperbanyak program promosi. Pemerintah juga diminta fokus menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, mengingat konsumsi rumah tangga menopang 57% pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 16.20
Siap-siap! Harga Barang-barang di Mal Bakal Makin Mahal, Pengusaha Ungkap Pemicunya
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.10
Harga-Harga Makin Mahal? Begini Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyaman
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 08.25
Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Gulung Tikar!
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.52
Rencana Purbaya Kejar Penunggak Pajak
Berita terkait
Waspada Akhir Tahun, Harga-Harga Diperkirakan Naik Lagi
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.45
Pimpin Rakor, Kepala BSKDN: Inflasi Sangat Terkendali Pada 2,88 YoY
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.53
Hore! Pemerintah Tebar Paket Insentif Ekonomi di Semester II-2026
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.25
BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.30