Pemerintah RI Bantah Tudingan Bantu China Hindari Tarif AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia membantah laporan Amerika Serikat (AS) yang menudingnya membantu China menghindari tarif melalui praktik transhipment. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan laporan 'The Great Transhipment Scam' hanya berdasarkan asumsi dan bahwa Indonesia tidak pernah terlibat. Laporan AS menempatkan Indonesia di Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam, yang diasumsikan sebagai negara manufaktur terintegrasi dengan China untuk ekspor plastik ke AS. Namun, Airlangga menjelaskan bahwa industri plastik di Indonesia, seperti di Batam dan Bekasi, telah beroperasi sejak 1990-an dengan mayoritas perusahaan nasional. Pasokan bahan baku plastik sudah mandiri di dalam negeri, seperti oleh Chandra Asri dan Lotte Chemical. Ekspor plastik packaging ke AS tidak terjadi; sebagian besar digunakan domestik atau diekspor ke wilayah sekitar. AS memperkirakan praktik transhipment dapat menghasilkan kehilangan penerimaan bea masuk sebesar US$40-303 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.58
Airlangga Bantah Laporan soal RI Jadi Tempat Transshipment Barang China ke AS
Berita terkait
Airlangga Bantah Tudingan RI Bantu China Hindari Tarif AS, Beberkan Bukti Ini
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.31
Indonesia Termasuk dari 40 Negara yang Dituding Bantu China Mengakali Tarif Trump
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 07.40
Airlangga Bantah Tudingan Praktik Transhipment Buat Kirim Barang China
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.56
Airlangga Bantah Plastik RI dari China: Kita Punya Chandra Asri-Lotte
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.20