Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah RI Bantah Tudingan Bantu China Hindari Tarif AS

Pemerintah Indonesia membantah laporan Amerika Serikat (AS) yang menudingnya membantu China menghindari tarif melalui praktik transhipment. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan laporan 'The Great Transhipment Scam' hanya berdasarkan asumsi dan bahwa Indonesia tidak pernah terlibat. Laporan AS menempatkan Indonesia di Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam, yang diasumsikan sebagai negara manufaktur terintegrasi dengan China untuk ekspor plastik ke AS. Namun, Airlangga menjelaskan bahwa industri plastik di Indonesia, seperti di Batam dan Bekasi, telah beroperasi sejak 1990-an dengan mayoritas perusahaan nasional. Pasokan bahan baku plastik sudah mandiri di dalam negeri, seperti oleh Chandra Asri dan Lotte Chemical. Ekspor plastik packaging ke AS tidak terjadi; sebagian besar digunakan domestik atau diekspor ke wilayah sekitar. AS memperkirakan praktik transhipment dapat menghasilkan kehilangan penerimaan bea masuk sebesar US$40-303 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait