Pemimpin Boleh Nyeleneh, Tetapi Jangan Kalah oleh Data
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini menyelidiki pola perilaku pemimpin yang membuat pernyataan ekstrem tanpa verifikasi data. Contoh utama adalah Donald Trump yang mengklaim menguasai Selat Hormuz setelah konflik dengan Iran, sekaligus gagasan lain tentang ekspansi wilayah AS. Di Indonesia, Presiden Prabowo menyebut upah Rp700 ribu/kg bawang yang tidak masuk akal. Penulis membedakan antara pemimpin nyeleneh kreatif dan epistemik, serta menyoroti dampak keakuratan data pada kepercayaan publik. Kesimpulan: pemimpin harus kreatif dalam ide, tetapi cermat dalam verifikasi fakta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 19.01
Anak Menkeu Ungkap 7 Oligarki Kontrol Politik, Celios: Bukan Hal Baru, Harusnya Tolak Proyeknya
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.24
KSP Dudung Sebut Kericuhan saat Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
Berita terkait
Pesan Prabowo Buat BI: Kita Harus Satu Tim
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 07.26
Istana: Kami Kerja Bukan untuk Survei
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 20.17
Bamsoet Puji Capaian Pemerintahan Prabowo dari Swasembada Pangan-Reformasi Besar BUMN
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.22
Amien Rais ke Prabowo: Rakyat Miskin Memang Masih Bisa Ketawa, Tapi Ketawa Kecut Tidak Sanggup
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 04.40