Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU

Warga NU asal Situbondo, Gus Lilur, meminta agar tidak ada pihak yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto atau menggunakan fasilitas kekuasaan untuk memengaruhi perebutan kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35. Gus Lilur menyebut informasi yang diterimanya mengenai adanya jejaring yang melibatkan sembilan pembantu presiden, seperti Mensos Saifullah Yusuf dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang diduga berupaya mempengaruhi proses suksesi. Informasi tersebut mengarah pada dukungan untuk calon KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam.

Meskipun ia tidak percaya Presiden Prabowo benar-benar mengetahui gerakan tersebut, Gus Lilur menilai pentingnya agar pemerintah menjaga agar jabatan pejabat negara tidak digunakan untuk mencampuri urusan internal NU. Ia menekankan bahwa rangkap relasi antara posisi di pemerintahan dan struktur organisasi NU harus dijaga agar tidak berubah menjadi penggunaan kekuasaan negara untuk memenangkan kandidat tertentu. Gus Lilur menegaskan bahwa siapa pun boleh berkompetisi, namun kekuasaan negara tidak boleh digunakan sebagai alat politik.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait