Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga NU asal Situbondo, Gus Lilur, meminta agar tidak ada pihak yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto atau menggunakan fasilitas kekuasaan untuk memengaruhi perebutan kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35. Gus Lilur menyebut informasi yang diterimanya mengenai adanya jejaring yang melibatkan sembilan pembantu presiden, seperti Mensos Saifullah Yusuf dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang diduga berupaya mempengaruhi proses suksesi. Informasi tersebut mengarah pada dukungan untuk calon KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam.
Meskipun ia tidak percaya Presiden Prabowo benar-benar mengetahui gerakan tersebut, Gus Lilur menilai pentingnya agar pemerintah menjaga agar jabatan pejabat negara tidak digunakan untuk mencampuri urusan internal NU. Ia menekankan bahwa rangkap relasi antara posisi di pemerintahan dan struktur organisasi NU harus dijaga agar tidak berubah menjadi penggunaan kekuasaan negara untuk memenangkan kandidat tertentu. Gus Lilur menegaskan bahwa siapa pun boleh berkompetisi, namun kekuasaan negara tidak boleh digunakan sebagai alat politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.08
PAN soal Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Melenyapkan Spekulasi Keretakan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 22.44
Kiai Musta’in Syafi’i: Muktamirin Perlu Diseleksi, Diskualifikasi yang Curang
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.45
Pemimpin Boleh Nyeleneh, Tetapi Jangan Kalah oleh Data
Berita terkait
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Jelang Muktamar, Ketua PWNU DKI Soroti Potensi Money Politics & Sedekah Politik
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.37
KSP Dudung Sebut Kericuhan saat Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.24