Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, APBN Masih Defisit Rp 240,1 Triliun

Pendapatan negara dalam APBN mencapai Rp 2.955,69 triliun per 31 Agustus 2026, tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.619,2 triliun (naik 21,7 persen), termasuk pajak Rp 1.409,0 triliun dan kepabeanan/cukai Rp 210,2 triliun. PNBP juga mengalami pertumbuhan signifikan hingga Rp 435,1 triliun (naik 41,7 persen), sementara hibah mencapai Rp 1,2 triliun (naik 21,6 persen).

Meskipun pendapatan negara tumbuh kuat, defisit APBN tetap tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB. Hal ini terjadi karena belanja negara yang melebihi pendapatan. Realisasi belanja negara mencapai Rp 2.295,7 triliun, tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.791,5 triliun (naik 29,0 persen) mendominasi, dengan belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp 912,4 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 879,1 triliun.

Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 504,3 triliun disalurkan hingga Agustus 2026, mengalami penurunan 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menkeu Suahasil Nazara menyampaikan data ini dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Kementerang Keuangan, Jakarta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait