APBN defisit Rp240,1 triliun per Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan, pada 31 Agustus 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun (65,2 persen dari target Rp3.153,6 triliun), dengan pertumbuhan 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.619,3 triliun (60,1 persen dari APBN), tumbuh 21,7 persen, sementara pendapatan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp435,1 triliun (94,8 persen dari APBN), tumbuh 41,7 persen.
Belanja negara tercatat senilai Rp2.295,7 triliun (59,7 persen dari pagu Rp3.842,7 triliun), dengan pertumbuhan 17,1 persen. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.791,5 triliun (56,9 persen dari pagu), tumbuh 29 persen. Transfer ke daerah (TKD) tercatat Rp504,3 triliun (72,8 persen dari pagu), namun mengalami kontraksi 11,8 persen.
Keseimbangan primer mencatat surplus sebesar Rp154 triliun, menunjukkan kondisi fiskal pemerintah masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang. Defisit APBN tetap berada di bawah batas tiga persen yang ditetapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.47
Penerimaan Pajak Capai Rp 1.409 Triliun hingga Agustus 2026, Naik 24,1 Persen
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 10.39
Defisit APBN Rp240,1 Triliun di Akhir Agustus 2026, Menkeu Suahasil: On Track
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.11
APBN Kita Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.00
Kemenkeu Ungkap APBN Defisit Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026
Berita terkait
Purbaya sebut pajak Juli tumbuh 23,7 persen, capai Rp1.224,3 triliun
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 18.20
Puan Minta Defisit APBN-Utang Dikelola Hati-hati dan Bertanggung Jawab
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.15
Purbaya: Pajak Per Juli 2026 Mencapai Rp1.224,3 Triliun
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.32
Postur RAPBN 2027 Berubah, Target Pendapatan & Belanja Tambah Rp 9,1 T
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.18