Penerbangan Bandara Domine Eduard Osok Tetap Normal di Tengah Kabut Asap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1210055/original/024586000_1461203113-FOTO_LIPUTAN6.jpg)
Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, masih beroperasi normal meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah. General Manager AirNav Indonesia Cabang Sorong, Nurwenda, menyatakan jarak pandang di bandara memenuhi standar keselamatan penerbangan. DEO menggunakan Runway Visual Range (RVR) dan prosedur minimum lepas landas untuk mengatasi gangguan cuaca. Kabut asap di Bandara Babo dan Fakfak menyebabkan beberapa penerbangan kembali ke Sorong. AirNav terus memantau kondisi cuaca melalui Automatic Terminal Information Service (ATIS) dari BMKG. Layanan ini dikirim ke pilot secara berkelanjutan. Kepala Bandara DEO Soekarjo menyebut bandara melayani sekitar 30 penerbangan harian dengan delapan operator. Garuda Indonesia memastikan jadwal Jakarta-Sorong normal. BMKG Sorong melaporkan kondisi cuaca setiap 30 menit, dengan jarak pandang di atas batas minimum. Kolaborasi antara Garuda, AirNav, dan BMKG memastikan operasional tetap aman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.22
FOTO: Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Palembang
Berita terkait
Kepala BNPB Jelaskan Maksud 'Normal' di Tengah Kabut Asap
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 23.39
Pernyataan Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala BNPB
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 22.20
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Berjalan Normal' Saat Karhutla
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.23
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Normal' di Tengah Karhutla Kalimantan
kumparan · 25 September 2026 pukul 19.54