Penerbangan Bandara Singkawang Terhenti Sebulan akibat Kabut Asap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321861/original/040437800_1786507136-cfbf44d8060f36cd9bf96f5ffdd21504.jpg)
Operasional penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, terhenti selama satu bulan sejak 17 Agustus 2026 akibat kabut asap tebal yang mengurangi jarak pandang. Kondisi ini menghambat mobilitas masyarakat dan berdampak negatif pada aktivitas ekonomi pelaku usaha, pedagang, serta penyedia jasa di sekitar kawasan bandara.
Pemerintah Kota Singkawang bersama BMKG, UPBU, dan maskapai sedang mengkaji opsi penggeseran jadwal penerbangan ke pagi hari karena kondisi udara dinilai lebih memungkinkan dibandingkan sore hari. Maskapai TransNusa menyatakan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dan memberikan tenggat waktu penggantian hak penumpang selama tujuh hari bagi mereka yang terdampak pembatalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.25
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jarak Pandang 700 Meter
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.00
Kabut Asap Pekat Akibat Karhutla Selimuti Samarinda, Penerbangan Dialihkan dan Sekolah Beralih Daring
Berita terkait
Ada Kabut Asap, Operasional Penerbangan Bandara Singkawang Tetap Normal
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.14
Asap Karhutla Ganggu 10 Penerbangan di Bandara Supadio
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.45
Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Ratusan Penumpang Dapat Refund dan Reschedule Gratis
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 14.16
Kabut Asap Kian Pekat, Penerbangan dari dan Menuju Bandara Singkawang Dihentikan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.50