Pengakuan Seller TikTok soal Saldo Ditahan-Lenyap Berujung PHK Karyawan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah penjual TikTok Shop mengadukan saldo yang tidak dapat dicairkan hingga menjadi Rp 0. Mardiah, penjual dari Agustus 2022, mengalami saldo Rp 549 juta ditahan pada Desember 2022, berubah menjadi Rp 0 pada Februari 2023 dengan tuduhan pelanggaran kebijakan dan fake order. Pengajuan banding selama lebih dari 1 tahun tidak diselesaikan. Zainal Abidin, penjual ponsel sejak 2019, mengalami hal serupa: saldo Rp 566 juta ditahan setelah toko dinonaktifkan pada April 2026, berubah menjadi Rp 0 pada Agustus 2026. Kedua kasus disampaikan ke BAM DPR RI. Kedua penjual mengalami PHK atau pemutusan hubungan kerja akibat kerugian finansial. Tidak ada kejelasan dari TikTok Shop mengenai penyebab penahanan dan pembatalan saldo.
Bagikan
Berita terkait
TikTok Dituding Tahan-Hilangkan Saldo hingga Triliunan, Seller Ngadu ke DPR
Detik.com · 30 September 2026 pukul 12.58
TikTok Shop Catat Transaksi Fesyen Tumbuh 70%, Kreator Jadi Mesin Baru Penjualan
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 20.10
Discovery Commerce TikTok Shop Dorong Transaksi Fesyen Lokal Naik 70%
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 16.44
Kemendag Gandeng Tokopedia/Tiktok Shop Buka Akses Pasar UMKM Solo
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 18.03