SBY: Target Pertumbuhan 6% Ambisius, Tapi Bukan Berarti Tidak Bisa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027 ambisius, namun bukan berarti tidak bisa dicapai. Ia menyampaikan hal itu dari Rochester, Amerika Serikat, pada Minggu (16/8). SBY menilai arah kebijakan dan agenda pembangunan pemeruntah sudah semakin baik dan jelas untuk menghadapi tantangan domestik maupun internasional.
SBY mengutip pengalamannya sendiri saat memimpin Indonesia selama 10 tahun dengan rata-rata pertumbuhan 6 persen. Menurutnya, pencapaian tersebut berhasil menurunkan kemiskinan, pengangguran, dan utang negara secara drastis sekaligus meningkatkan GDP dan income per capita. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara, mencegah penyimpangan, dan melakukan evaluasi kebijakan secara rutin.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan RAPBN 2027 di DPR RI pada Jumat (14/8). Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen dengan belanja negara Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00
SBY Respons Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 21.33
SBY Nilai Arah Ekonomi Prabowo Makin Jelas, Target Pertumbuhan 6% Dinilai Ambisius
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.35
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.00
Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
Berita terkait
Belanja Negara 2027 Melebihi Rp4.000 Triliun, Pertama Kali dalam Sejarah RI
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.21
Pasar Merespons Pergantian Menkeu, Konsistensi Kebijakan Fiskal Jadi Kunci
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 20.30
Refleksi Setahun Purbaya Jadi Menkeu: Harusnya Kita Bisa Tumbuh Lebih Cepat
Detik.com · 11 September 2026 pukul 07.05
Purbaya Akui Sengaja 'Omong Besar' soal Ekonomi 6 Persen, Ternyata Ini Strateginya
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.18