Pengusaha Buka-bukaan Kondisi Berat Bisnis Galangan Kapal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri galangan kapal dalam negeri tengah mengalami kemunduran akibat penurunan permintaan pembangunan kapal domestik. Pesanan kapal baru berkurang drastis sejak pandemi COVID-19 pada 2021, sekaligus dengan meningkatnya impor kapal bekas dari negara seperti Jepang dan China. Menurut Anita Puji Utami, Ketua Umum IPERINDO, sejumlah galangan kapal tetap bertahan namun kebanyakan hanya menerima pekerjaan perawatan tahunan dan perawatan ringan. Sepinya order ini berdampak langsung pada PHK dan pemutusan kontrak tenaga kerja, termasuk dari subkontraktor yang jumlahnya cukup besar.
Para pengusaha pelayaran nasional cenderung memilih impor kapal bekas karena biaya pembangunan kapal lokal dianggap mahal, modal sulit didapatkan dari perbankan, dan proses pembangunan memakan waktu minimal 12 bulan. Sementara kebutuhan operasional pelayaran sering muncul mendesak, dengan jangka waktu hanya tiga bulan. Solusi yang diambil banyak galangan kapal untuk bertahan adalah merumahkan karyawan guna memangkas biaya operasional.
Pemerintah diharapkan memberikan kebijakan yang mendukung industri galangan kapal dalam negeri agar dapat bersaing dengan impor asing. IPERINDO berharap munculnya kebijakan yang mendorong pembangunan kapal baru secara lokal, sekaligus mendukung pelayaran nasional agar tidak tergantung pada kapal impor.
Bagikan
Berita terkait
PELNI Bangun 3 Kapal Baru Rp 4,5 Triliun, Desain Digarap Perusahaan Italia
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 17.44
Menko Muhaimin Luncurkan Perintis Berdaya Connect, Dorong Ekosistem Ekonomi Masyarakat
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 21.47
Yusril Tanggapi Desakan Rakyat soal Pengesahan RUU Pemberantasan Aset
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.36
Temui Warga Terdampak Gempa NTT, Prabowo Janji Tak Tinggalkan Warga
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 21.36