Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Penjualan Rumah Subsidi Ambruk, Ini Biang Keroknya

Penjualan rumah subsidi tahun ini mengalami penurunan drastis, bahkan dinilai lebih buruk dibandingkan masa pandemi Covid-19. Hingga 29 September 2026, penyerapan rumah subsidi baru mencapai 161.746 unit dari kuota pemerintah sebesar 350 ribu unit. Penurunan ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan lemahnya daya beli dan minat masyarakat (demand).

Faktor utama penyebab lesunya pasar adalah perubahan gaya hidup generasi muda yang lebih memprioritaskan konsumsi harian dan liburan daripada memiliki rumah. Selain itu, banyak calon pembeli terhambat riwayat kredit macet akibat pinjaman online di SLIK OJK. Meskipun pemerintah telah memberikan berbagai insentif seperti pembebasan pajak dan bunga KPR tetap 5%, minat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap rendah. Kondisi diperparah dengan meningkatnya kasus penghentian cicilan dan penjualan rumah bawah tangan karena pemilik tidak sanggup membayar angsuran.

Berita terkait