Tokyo Masuk Zona Bahaya Gelembung Properti, Harga Rumah Makin Tak Terjangkau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tokyo menempati peringkat kedua kota dengan risiko gelembung properti tertinggi di dunia menurut UBS Global Real Estate Bubble Index, tepat di bawah Zurich. Harga apartemen seluas 60 meter persegi di pusat kota kini melampaui total pendapatan 10 tahun pekerja jasa terampil rata-rata. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan daya beli rumah tangga, migrasi internasional, serta minat investor asing terhadap hunian premium.
Kondisi ini menyebabkan banyak warga Tokyo beralih ke kawasan pinggiran atau memilih menyewa hunian karena harga yang tidak terjangkau. Fenomena serupa terjadi di kota lain seperti Seoul dan Singapura, sementara Hong Kong menjadi pasar paling tidak terjangkau dengan harga rumah setara 15 tahun pendapatan pekerja rata-rata.
Bagikan
Berita terkait
Video: Bos Properti Buka Soal Kasus Suap HGB-Tantangan Bisnis Properti
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.36
Video: Kata Bos REI Soal Kasus Suap HGB - Tantangan Bisnis Properti
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.36
Geser China, Investor Asia Tenggara Rebut Dominasi Pasar Properti Hong Kong
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 19.00
AAUI Bongkar Kejanggalan! Ekonomi Tumbuh Tapi Premi Asuransi Malah Jatuh
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 14.00