Penumpang Pesawat Turun, Wisatawan Kian Sensitif Harga Tiket
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4014639/original/063149300_1651805685-20220505-_Keindahan_Pantai_Kelan_di_Samping_Bandara_Ngurah_Rai-3.jpg)
Data BPS Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan 8,69% perjalanan wisata domestik dibandingkan Mei 2025, namun jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari-Mei 2026 turun 1,63% secara tahunan. Penurunan ini terjadi karena wisatawan semakin sensitif terhadap harga tiket pesawat. Chief Product Officer Airpaz, Jefry Widianata, menjelaskan bahwa wisatawan dapat menghemat dengan membandingkan tanggal dan waktu keberangkatan serta memilih jadwal off-peak. Harga tiket dipengaruhi oleh faktor seperti nilai tukar rupiah, fuel surcharge, biaya operasional, dan waktu penyesuaian tarif, bukan hanya perubahan harga avtur. Fleksibilitas dalam menentukan tanggal dan jam keberangkatan menjadi strategi efektif untuk mengurangi anggaran perjalanan udara.
Bagikan
Berita terkait
Fuel Surcharge Dipangkas Jadi 30%, Harga Tiket Pesawat Bakal Turun?
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.53
Rapat Paripurna DPR Setujui Destry, Aida, dan Solikin untuk Pimpin BI
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Sah! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti jadi Gubernur BI 2026-2031
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Rumah Modular Tahan Gempa Ditampilkan di Danantara Housing Expo 2026
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00