Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG tertekan 1,51% ke level 6.037,81 pada pukul 10.15 WIB, Rabu (29/7/2026), didorong pelemahan sektor properti dan utilitas yang masing-masing anjlok 4,88%. Nilai transaksi mencapai Rp14,41 triliun dengan volume 20,72 miliar lembar saham. Sebanyak 573 saham melemah, 124 menguat, dan 268 stagnan.
Beban terbesar datang dari AMMN (-8,56 poin), BREN (-8,30 poin), MORA (-7,27 poin), dan MPRO (-6,20 poin). Saham berat lain seperti VKTR, BRPT, BMRI, BRMS, BBCA, dan BUMI juga menyeret indeks. Penguatan terbatas hanya didukung SMMA, MLPT, DWGL, HEAL, dan ICBP.
Pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dini hari nanti. Mayoritas memproyeksikan The Fed mempertahankan suku bunga, sehingga investor membatasi pengambilan risiko di pasar saham.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.49
IHSG Balik Menguat, Simak Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 06.15
IHSG Diramal Lesu Jelang Akhir Pekan Ini
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.33
IHSG Kompak Menghijau ke Level 6.186, Ada 495 Saham Naik Sore Ini
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.25
IHSG Merangkak ke 6.126, Ada 352 Saham Menghijau Pagi Ini
Berita terkait
Breaking News! IHSG Turun 1,51% ke Bawah 6.050
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.27
Saham Konglo Ini Jadi Penggerak Selama Sepekan, Ada BYAN, SRAJ, DSSA, hingga BREN
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.42
10 Saham Ini Terbang Tinggi Disaat IHSG Tertekan, Ada Garuda Indonesia
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.49
10 Saham Paling Tertekan Pekan Ini, BAIK Anjlok Hampir 50%
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 15.40