Perang Iran Bikin Harga Pakaian Makin Mahal, Biaya Produksi Melonjak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang di Timur Tengah, khususnya konflik Iran, telah memberikan tekanan signifikan pada rantai pasok global industri pakaian. Di pabrik Plummy Fashions di Dhaka, Bangladesh, salah satu area produksi tidak beroperasi selama tiga bulan akibat kenaikan biaya. Pembeli menunda pemesanan poliester mencerminkan ketidakpastian pasar. Plummy, pemasok merek seperti Zara dan Pull&Bear milik Inditex, melaporkan kenaikan harga benang poliester hingga 25 persen dalam beberapa pekan setelah konflik dimulai. Kenaikan harga minyak mentah mendorong harga poliester sintetis di China ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir, sementara harga kapas juga mencapai level tertinggi dalam dua tahun.
Bagikan
Berita terkait
Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Perang Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 21.43
Trump Tak Menyesal Memulai Perang Melawan Iran: 'Jika Harus Melakukannya Lagi, Saya Lakukan'
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 08.06
Senator AS Kritik Trump, Perang Iran Habiskan Rp 1.763 T!
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.06
Senator AS Kecam Trump: Perang Iran Sudah Habiskan Rp1.763 Triliun, Nambah Rp17,6 Miliar Per 2 Menit
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 13.26