Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Perang Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani di Amerika Serikat (AS) sedang mengalami krisis keuangan terparah dalam 40 tahun terakhir akibat dampak perang AS-Israel melawan Iran. Menurut laporan Financial Times, penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh Iran sejak Februari 2026 memicu kenaikan drastis biaya produksi di wilayah Corn Belt, pusat pertanian AS. Presiden Serikat Petani Nebraska, John Hansen, menyatakan bahwa kondisi pertanian saat ini lebih buruk dibandingkan krisis tahun 1980-an. Lonjakan harga pupuk menjadi salah satu faktor utama. Pupuk kaya fosfor yang sebelumnya dijual seharga USD470 per ton, kini naik menjadi lebih dari USD900 per ton. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar diesel juga menambah beban biaya bagi para petani. Krisis ini bertepatan dengan pendekatan pemilihan umum sela (midterm elections) AS yang akan dilaksanakan pada November mendatang, sehingga berpotensi memengaruhi kebijakan pertanian di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Perang Iran Kuras Kas Angkatan Laut AS, Gaji Tentara Terancam
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 21.30
Enam Bulan Perang Iran, Pasar Mulai Terbiasa meski Ujung Konflik Belum Terlihat
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.45
Perang Iran Berlarut-larut, Diplomasi Dikebut Kejar Pembukaan Selat Hormuz
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.46
Zulhas Ungkap Biaya Produksi Beras RI Lebih Mahal Dibanding China dan Vietnam
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.00