Perang Rusia dan Ukraina Memanas, Pabrik Baja-Gandum Jadi Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik antara Rusia dan Ukraina semakin memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara intensif terhadap berbagai infrastruktur strategis. Rusia menyerang pabrik baja terbesar Ukraina, ArcelorMittal di Kryvyi Rih, yang mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas, 14 korban luka-luka, dan sebagian operasional pabrik terhenti. Serangan drone Rusia juga menimbulkan kebakaran serta korban luka di wilayah ibu kota Kyiv.
Sementara itu, Ukraina membalas dengan menyerang fasilitas produksi bahan bakar propelan rudal di Rostov dan melancarkan gelombang serangan drone ke wilayah Rusia. Serangan tersebut menghantam gudang peritel Wildberries di dekat Moskow serta menewaskan warga di kawasan Moskow dan Belgorod. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh sebanyak 822 drone milik Ukraina.
Dampak konflik ini turut meluas hingga ke wilayah perbatasan ketika jet tempur F-18 milik NATO menembak jatuh drone di atas wilayah udara Rumania. Insiden tersebut terjadi menyusul serangan Rusia sebelumnya terhadap pelabuhan ekspor gandum Ukraina di Sungai Danube, di tengah eskalasi serangan terhadap jalur logistik dan fasilitas energi kedua pihak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 08.05
Negara NATO Pamer Kekuatan di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Kerahkan 60 Pesawat, Termasuk F-35
Berita terkait
Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir, Rp89 Triliun Lenyap
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 19.45
Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 22.00
Ukraina-Rusia Terus Saling Serang, 19 Orang Tewas
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.47
Rudal-rudal Rusia Hujani Kampung Halaman Zelensky, Hantam Pabrik Miliarder Lakshmi Mittal
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 12.38