Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir, Rp89 Triliun Lenyap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Platform ritel daring Rusia Wildberries mengalami kerusakan signifikan akibat serangan drone Ukraina yang menghancurkan atau mengganggu inventaris senilai hingga US$5 miliar (Rp89 triliun). Sejumlah gudang perusahaan, termasuk di Yekaterinburg, menjadi sasaran serangan yang menyebar hingga ke wilayah Ural, berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari garis depan perang. Akibatnya, area gudang yang rusak mencapai lebih dari 1 juta meter persegi, menimbulkan dampak luas pada operasional perusahaan dan pedagang yang bergantung pada platform ini.
Wildberries juga menghadapi tekanan keuangan yang semakin genting dengan utang lebih dari US$10 miliar (Rp178 triliun) kepada bank-bank Rusia. Kerusakan fasilitas dan kehilangan barang berpotensi memperluas dampaknya ke sektor perbankan, terutama terhadap bank seperti Sberbank dan VTB yang memiliki eksposur besar.
Pemerintah Rusia, termasuk Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, sedang melakukan diskusi dengan Wildberries terkait kemungkinan dukungan negara. Beberapa bank besar juga diperkirakan akan memberikan keringanan pembiayaan. Wildberries, yang didirikan pada 2004 dan berkembang menjadi peritel daring terbesar Rusia, dianggap sebagai aset strategis bagi negara karena perannya dalam mendukung banyak usaha kecil dan menengah.
Bagikan
Berita terkait
Ukraina Temukan Titik Lemah Rusia, Putin Waswas Negaranya Kalah
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 22.00
Perang Rusia dan Ukraina Memanas, Pabrik Baja-Gandum Jadi Sasaran
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.15
Gudang Raksasa Ecommerce Meledak, Pedagang Kecil Terancam Bangkrut
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 15.25
1.725 Paket Sembako Bantuan Presiden Tiba di Maumere
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30