Pergerakan rupiah dipengaruhi sinyal "hawkish" dari The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pergerakan rupiah dipengaruhi sinyal hawkish Federal Reserve yang menaikkan Fed Funds Rate (FFR) 25 basis points ke kisaran 3,75–4,00 persen. Mayoritas pejabat Fed memproyeksikan suku bunga kebijakan akan mencapai 4% pada akhir 2024 dan 4,25% pada akhir 2026 untuk memerangi inflasi yang didorong oleh guncangan pasokan dan tekanan geopolitik. Rupiah pada Jumat pagi menguat menjadi Rp17.743 per dolar AS, dengan proyeksi kisaran Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS. Dolar AS stabil setelah pertemuan FOMC September 2026, sementara harga minyak turun karena harapan Arab Saudi dapat memulihkan East-West pipeline yang rusak akibat serangan pesawat tak berawak dari Irak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.10
Donald Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga ke Level 1 Persen
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 11.18
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.730 Jelang Keputusan The Fed
Detik.com · 18 September 2026 pukul 09.21
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.700
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 08.16
Gempa Moneter Ancam Asia, Bank Sentral Jepang Siap Naikkan Suku Bunga Tertinggi dalam 31 Tahun
Berita terkait
Rupiah Kamis ditutup melemah seiring keputusan Fed naikkan FFR
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 16.16
Pergerakan rupiah Kamis dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 11.12
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar Naik ke Rp17.700
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 09.03
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Dampak Suahasil Nazara
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 11.00