Perhatikan Hal-hal Ini Bila Ingin Investasi Bitcoin saat Harga Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga Bitcoin menguat 1,05 persen dalam 24 jam setelah The Fed AS menaikkan suku bunga, mencapai US$76.442 (Rp1,35 miliar) pada Kamis 17 September. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$1,53 triliun dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$30,34 miliar, dan 20,08 juta BTC beredar dari maksimal 21 juta.
Dua perencana keuangan menyarankan investor pemula tetap bisa masuk meski harga sudah tinggi, dengan syarat memastikan fondasi keuangan terlebih dahulu. Aidil Akbar Madjid (IARFC) menekankan pentingnya arus kas sehat, dana darurat yang mencukupi, dan tidak memiliki utang konsumtif sebelum berinvestasi. Ia menyarankan metode Dollar Cost Averaging (DCA) dan alokasi maksimal 3-10 persen dari portofolio tergantung profil risiko.
Andy Nugroho (MRE) juga mendukung strategi DCA serta penekankan pada penggunaan uang dingin. Ia menyarankan alokasi kripto maksimal 30 persen dari total aset investasi untuk pemula, dengan syarat investor mampu tetap tenang saat harga turun dan melakukan analisis mandiri sebelum keputusan beli atau jual.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 16.30
Bitcoin Tembus US$77.000, Harga Kripto Kompak Menguat
Berita terkait
Mengenal September Effect dan Cara Menghadapi Volatilitas Pasar Saham-Kripto
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 16.49
Harga Bitcoin Tembus Level Psikologis, Investor Waspada Volatilitas
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.50
Bitcoin Tembus US$80.000, Investor Diingatkan Jangan Asal Kejar Harga
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 19.55
Tip Mengelola Uang Kaget dari Bonus atau Warisan Agar Makin Berkembang
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 19.50