Permintaan Tiket Pesawat Global Merosot Imbas Konflik Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516928/original/038794000_1772370567-5.jpg)
Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) melaporkan penurunan permintaan penumpang pesawat global sebesar 1,7% pada Juni 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu konflik di Timur Tengah serta melemahnya lalu lintas domestik di China, Amerika Serikat, dan Jepang. Secara keseluruhan, kapasitas maskapai berkurang 1,3% dan tingkat keterisian penumpang turun 0,4 poin persentase menjadi 84,2%. Tanpa data Timur Tengah, penurunan global jauh lebih moderat, yakni hanya 0,6%.
Timur Tengah menjadi kawasan paling terdampak, dengan permintaan internasional anjlok 14% dan kapasitas merosot 11% akibat konflik bersenjata di Iran. Kendati laju penurunan telah berkurang separuh sejak April, eskalasi ketegangan terbaru dan kenaikan harga avtur diperkirakan akan terus menghambat pemulihan. Berbeda dengan kawasan lain, maskapai Eropa justru tumbuh 1,5%, dengan rute Eropa–Asia melonjak hingga 11%. Pertumbuhan tertinggi dicatat maskapai Afrika sebesar 6,7%. Sementara itu, maskapai di Asia-Pasifik hanya naik tipis 0,4%, dan permintaan domestik global terkontraksi hingga 3%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 10.26
Ini 12 Situs Energi Teluk dan Israel yang Dibidik Iran Jika AS Mengebom Teheran Besar-besaran
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.25
Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah, Ada 'Lomba' Nuklir!
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 16.15
Prabowo Ungkap Biang Kerok Perang di Timur Tengah: Banyak Migas & Mineral
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.18
Presiden Mesir Ingatkan Eskalasi Serius Usai Serangan Drone ke Pelabuhan
Berita terkait
Trump Ingin Caplok Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 11.01
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44