Pertamina Dampingi Petani Boyolali Ubah Kemarau Jadi Harapan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setiap tahun, petani di Desa Sobokerto, Boyolali, Jawa Tengah menghadapi kesulitan akibat musim kemarau yang panjang. Tanpa akses irigasi yang memadai, sebagian besar lahan seluas empat hektare hanya bisa ditanami saat musim hujan. Akibatnya, hasil panen dan pendapatan petani menurun drastis. Untuk mengatasi masalah ini, kelompok tani Ngudi Makmur dibentuk sebagai wadah kebersamaan dan kolaborasi. Mereka kemudian bekerja sama dengan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari (DEB). Sejak akhir 2024, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Adi Soemarmo mendukung pembangunan dua sumur air, sarana pertanian, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengoperasikan pompa air. Akibatnya, luas lahan yang dapat ditanami saat kemarau meningkat dari 20 persen menjadi sekitar 90 persen pada tahun kedua pendampingan. Selain itu, sektor peternakan juga dikembangkan, termasuk penggunaan gulma dari Waduk Cengklik sebagai pakan alternatif ternak. Dampaknya tidak hanya ekonomi petani membaik, tetapi juga lingkungan lebih terjaga dan ketergantungan pada listrik konvensional berkurang.
Bagikan
Berita terkait
Pompa Air Kementerian PU Selamatkan 250 Hektare Sawah di Majalengka
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.34
Indosolar 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Energi Surya Indonesia
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 12.33
Pascagempa, Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan Energi melalui FT Labuan Bajo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 12.18