Pertamina Garap MNK Rokan, Bisa Dongkrak Produksi Minyak Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengembangkan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi minyak Indonesia. Menurut Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, pengembangan MNK dapat menjadi "game changer" serupa dengan pengalaman AS pada 2000-an, di mana MNK membuat AS menjadi produsen minyak utama dunia. Indonesia memiliki potensi MNK yang besar, namun karakteristik batuan yang lebih kompleks membutuhkan teknologi khusus dan biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan migas konvensional.
PHR telah memulai pengembangan MNK Rokan sejak 2023 melalui pengeboran Gulamo DET-1, dilanjutkan dengan Kelok DET-1 pada 2024 di struktur North Aman. Komaidi menilai keberhasilan pengembangan ini dapat memperpanjang rasio cadangan dan produksi migas nasional, sekaligus memberikan peluang untuk mengembangkan potensi MNK lain di Indonesia. Keberhasilan proyek ini juga diharapkan meningkatkan kredibilitas Pertamina di tingkat global.
Dari sisi ketahanan energi, MNK Rokan menempatkan posisi strategis karena sebagian cadangannya berada di daratan, berbeda dengan banyak blok migas baru yang berlokasi di laut dalam. Pengembangan laut dalam menghadapi tantangan infrastruktur yang lebih kompleks dan biaya yang lebih tinggi. Dengan MNK yang lebih mudah diakses di daratan, diharapkan biaya produksi dan kesulitan teknis dapat diminimalisir, sehingga mendukung ketahanan energi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 22 September 2026 pukul 10.30
Pengamat Sebut Pengembangan MNK Pertamina Jadi "game changer" Migas Indonesia
Berita terkait
MNK Rokan: Tonggak Baru Pengembangan MNK Indonesia Oleh Pertamina
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.51
MNK Rokan: Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia Oleh Pertamina
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 10.46
Bring Barrel Home, Jurus Jitu Pertamina Jamin Ketahanan Energi RI
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 19.17
Pertamina Genjot Produksi Migas, Jaga Eksisting hingga Blok Rokan
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.53