Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina (Persero) berkomitmen memimpin pengembangan ekosistem penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) di Indonesia sebagai bagian dari Dual Growth Strategy untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Direktur SPPU, Emma Sri Martini, menyatakan bahwa dua pilar strategi ini meliputi penguatan bisnis utama melalui teknologi CCUS dan revamping kilang, serta ekspansi bahan bakul rendah karbon seperti biofuel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan geothermal. Pertamina mengidentifikasi 13 lokasi CCS/CCUS dengan potensi penyimpanan CO2 sebesar 7,3 GigaTon, termasuk CCS Hub Asri Basin yang mampu menampung 2,9 GigaTon. Kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan regulasi yang mendukung diperlukan untuk meningkatkan kelayakan ekonomi ekosistem CCS. Vice President Komunikasi, Muhammad Baron, menekankan peluang Indonesia menjadi pusat pengembangan CCS di kawasan dengan manfaatkan infrastruktur terintegrasi Pertamina.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.15
Pertamina Tegaskan Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem CCS di Indonesia
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 14.15
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 10.11
Pertamina Siap Memimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.54
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia
Berita terkait
Pertamina Identifikasi 13 Penyimpanan Karbon di RI, Total Kapasitas 7,3 Gigaton
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.08
PHE Dorong Indonesia Jadi Kolaborator Regional dalam Pengembangan CCS
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.15
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.21
Pertamina Petakan 13 Lokasi CCS Berkapasitas 7,3 Gigaton CO2
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.30