Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Pertemuan Panas Trump-Xi Jinping! Raksasa Aviasi Boeing Terancam Kehilangan Pesanan 200 Pesawat China!

Kesepakatan pembelian 200 pesawat Boeing oleh China menjadi sorotan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis (24/4/2026). Boeing sempat berharap pertemuan ini dapat membuka jalan bagi pesanan tambahan, namun kini lebih fokus memastikan komitmen 200 pesawat yang disepakati pada Mei lalu benar-benar terealisasi. Dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan Boeing tidak lagi menjadikan KTT ini sebagai momentum utama untuk mendapatkan pesanan baru. Kesepakatan ini dicapai bersamaan dengan pertemuan Trump dan Xi pada Mei lalu, menjadi peluang bagi Boeing untuk kembali memperkuat posisinya di pasar China setelah kehilangan akses sejak 2017. China diproyeksikan membutuhkan sekitar 9.000 pesawat jet baru hingga 2045, menjadikannya salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia.

Sebelumnya, pembicaraan antara pejabat China, AS, dan Boeing sempat mengarah pada kemungkinan pembelian hingga 500 pesawat, namun kesepakatan akhirnya hanya menghasilkan komitmen untuk 200 unit. CEO Boeing Kelly Ortberg menyebut pesanan tersebut sebagai tahap awal, meski ekspektasi muncul bahwa jumlahnya dapat bertambah. Namun, beberapa pengamat menilai pesanan pesawat bukan agenda utama dalam pertemuan Trump-Xi, yang lebih berfokus pada gencatan senjata perdagangan, teknologi kecerdasan buatan, Taiwan, hingga pasokan mineral tanah jarang.

Di sisi lain, Boeing harus bersaing dengan Airbus yang lebih kuat di China, yang memiliki fasilitas perakitan akhir di Tianjin. Hubungan China dengan Eropa dinilai lebih harmonis dibandingkan dengan AS. Meski demikian, peluang mempertahankan kesepakatan 200 pesawat belum sepenuhnya hilang. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut sekitar 140 pesanan Boeing masih berstatus baik, sementara 10 lainnya sedang dalam tahap finalisasi. Jika rincian akhir berhasil diselesaikan, sebagian kesepakatan Mei berpotensi diumumkan dalam KTT Trump-Xi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait