Pertumbuhan Angkutan Kargo Udara Hadapi Tantangan, Konektivitas Perlu Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan angkutan kargo udara domestik Indonesia menurun 12,57 persen dari Januari hingga Agustus 2026, mencapai 395.900 ton menurut BPS. Bandara Soekarno-Hatta menjadi pusat utama dengan 126.500 ton atau 31,95 persen dari total nasional. Untuk menguatkan konektivitas logistik internasional, PT Gapura Angkasa menandatangani kerja sama dengan Turkish Cargo di Istanbul pada 2 September 2026 untuk meningkatkan layanan penanganan kargo. Kedua perusahaan sepakat menyediakan layanan sesuai standar operasional yang disepakati. Chief Cargo Officer Turkish Airlines Ali Türk menyatakan Indonesia penting dalam jaringan kargo udara global, sekaligus mengemukakan harapan untuk mengembangkan kolaborasi lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 11.23
Gapura Angkasa dan Turkish Cargo Tandatangani MoU untuk Layanan Penanganan Kargo di Cengkareng dan Denpasar
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 11.23
Gapura Angkasa dan Turkish Cargo Tandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk Layanan Penanganan Kargo di Cengkareng & Denpasar
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 11.23
Gapura Angkasa dan Turkish Cargo Teken Perjanjian Layanan Penanganan Kargo untuk Cengkareng dan Denpasar
Berita terkait
Gapura Angkasa Gandeng Turki, Perkuat Layanan Kargo di 2 Bandara
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.32
Bandara Ditutup Efek Erupsi Anak Krakatau, Angkasa Pura Rugi Rp 40 M
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 14.55
Lima WNA Malaysia sembunyikan 5,2 kg etomidate dalam sol sepatu
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 14.05
KRL Tangerang-Duri dan KA Bandara Terganggu Imbas Vandalisme
Detik.com · 21 September 2026 pukul 07.26