Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pertumbuhan IMIP Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Warga di Bahodopi

Pembangunan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sejak 2013 telah menciptakan peluang ekonomi baru bagi warganya. IMIP didirikan sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi nikel, dan dalam tiga tahap perkembangan, jumlah pekerja di kawasan ini melonjak dari 35.592 pada 2020 hingga 100.310 pada September 2026. Lonjakan ini mendorong pertumbuhan UMKM lokal, seperti bengkel motor milik Fitra yang berkembang dari satu cabang menjadi enam cabang dengan lebih dari 50 karyawan, didomin oleh pelanggan karyawan IMIP. Sekitar 90 persen pelanggannya adalah pekerja pabrik, dan upah mekanik di bengkelnya mencapai Rp8 juta per bulan.

IMIP juga meningkatkan perputaran uang di wilayah sekitarnya. Pada 2025, dengan 86.804 pekerja, perkiraan perputaran uang di Bahodopi mencapai Rp499,1 miliar per bulan atau sekitar Rp6 triliun per tahun. Hal ini menciptakan peluang usaha bagi warga, seperti usaha laundry BlueSea yang didirikan Ayu Lestari Rahman pada 2022. Dengan modal awal Rp20 juta dan satu mesin cuci, usaha ini kini melayani sekitar 200 kilogram pakaian per hari dan mencatatkan omzet bulanan sebesar Rp35 juta.

Dampak positif IMIP terlihat pada pertumbuhan ekonomi provinsi. Menurut Bank Indonesia, ekonomi Sulawesi Tengah pada kuartal IV 2025 tumbuh 9,43 persen (yoy), naik dari 7,79 persen kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong kuatnya sektor industri pengolahan berbasis nikel dan pertambangan. IMIP tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan bagi UMKM dan lapangan kerja di Bahodopi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait