Pertumbuhan Internet Pesat, Indonesia jadi Incaran Ekspansi AI dan Komputasi di ASEAN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan pengguna internet dan ekonomi digital di Indonesia mendorong minat asing untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi di kawasan ASEAN. Menurut data Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, terdapat 185 pusat data di Indonesia dengan kapasitas total 274 MW, yang ditargetkan mencapai lebih dari 2.000 MW pada 2029. Kebutuhan akan infrastruktur ini semakin besar seiring permintaan perusahaan akan akses komputasi yang fleksibel, termasuk melalui model Token-as-a-Service (TaaS).
Pada ajang AIMX Singapore 2026, Runjian Co., Ltd. memperkenalkan pengembangan bisnis Token-as-a-Service, model penyediaan kapasitas komputasi yang memungkinkan klien mengakses daya komputasi untuk kebutuhan AI secara fleksibel. Sebagai sponsor platinum, Runjian mengusung tema "Token as a Service: Powering a Smarter ASEAN". VP Runjian, Athena Zhao, menyatakan bahwa model TaaS sangat mendukung adopsi AI di Asia Tenggara dengan menyediakan akses komputasi yang inklusif dan efisien.
Ekspansi Runjian di pasar ASEAN didukung oleh rekam jejak di Indonesia, termasuk proyek pusat data, infrastruktur digital, dan digitalisasi kawasan industri seperti Morowali Smart Park di Sulawesi Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 00.29
Telkom Dorong Perusahaan Asia Pasifik Maksimalkan Teknologi AI, Ini Tujuannya
Berita terkait
Beralih ke Agentic AI Tanpa Perlu Rombak Total Infrastruktur TI Perusahaan
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.07
Pemerintah Buka Karpet Merah Investasi AI hingga US$12 Miliar
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.30
BEST Siapkan Kawasan Industri yang Lebih Siap Menampung Bisnis Berbasis AI
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 11.52
AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.50