Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah

Ledakan bisnis artificial intelligence (AI) dan data center sedang mengubah pola investasi kawasan industri di Indonesia. Menurut Direktur Utama PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa), Leo Yulianto Sutedja, lahan luas dan lokasi strategis saja tidak lagi cukup untuk menarik investor. Kini, kepastian pasokan listrik, konektivitas internet berkapasitas tinggi, dan ketersediaan infrastruktur AI menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan lokasi investasi.

Perubahan ini memaksa pengelola kawasan industri untuk mengintegrasikan infrastruktur kritis sejak tahap perencanaan. Power, water, dan jaringan fiber optik netral kini menjadi fondasi yang harus disiapkan sejak awal agar tenant tidak perlu membangun sendiri. Standar kawasan industri pun beralih dari sekadar lokasi, akses logistik, dan utilitas dasar, ke aspek seperti ketersediaan daya listrik, konektivitas digital, keandalan pasokan, kemampuan ekspansi, dan kepastian jangka panjang.

Leo menekankan bahwa dalam industri berbasis AI dan data center, tantangan utama bukan hanya besarnya kapasitas daya yang tersedia, tetapi juga bagaimana kapasitas tersebut dapat disalurkan secara andal dan dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenant. Pertumbuhan bisnis digital yang cepat berpotensi menyebabkan kapasitas yang tersedia saat tenant pertama masuk tidak lagi mencukupi saat dilakukan ekspansi.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait