Perusahaan Raksasa Rusia Mau Bikin Pabrik Pengolahan Alumina di Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346109/original/058341300_1789110441-email-attachment_2026_09_11_ariefhakim-at-klyid_bahlil-lahadalia-pastikan-harga-bbm-subsidi-tidak-naik-meski-minyak-dunia-bergejolak_1000438086.jpg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan perusahaan aluminium raksasa Rusia, UC Rusal, akan membangun fasilitas hilirisasi pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan. Rencana investasi ini muncul setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, di mana Rusal juga akan menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam negeri. Pemerintah sedang memproses dokumen perizinan agar Rusal dapat masuk dan beroperasi di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengundang para pengusaha Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri di Indonesia saat berpartisipasi dalam Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok. Ia menekankan bahwa kolaborasi ekonomi tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi, produksi bersama, pembangunan industri, dan penciptaan nilai tambah yang bermanfaat bagi kedua negara.
Prabowo memperkenalkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu gerbang menuju pasar yang lebih luas di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Dengan demikian, industri yang dikembangkan di Indonesia dapat membantu pelaku usaha Rusia tidak hanya menjangkau konsumen lokal, tetapi juga memperluas jangkauan pasar mereka ke seluruh kawasan.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Soroti Kebakaran Dekat IKN, Minta Tambahan Aset Dipertimbangkan
VOI · 7 September 2026 pukul 19.40
Wanti-wanti Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk IKN
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.50
Karhutla Ditangani, Kepentingan Indonesia di Vladivostok Tetap Berjalan
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 12.05
Babak Baru Indonesia-Rusia, Diversifikasi Pasar yang Krusial
VOI · 4 September 2026 pukul 17.00