Petani dan Tukang Jahit Jadi Korban, Sampai Kapan Barang Ilegal Merajalela?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti dampak negatif masuknya barang ilegal ke Indonesia, yang dapat merusak berbagai sektor ekonomi. Barang ilegal seperti beras dan pakaian bekas ilegal dinilai merugikan petani, industri dalam negeri, pekerja, hingga konsumen. Masuknya beras ilegal, khususnya, tidak hanya menyulitkan petani untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menimbulkan risiko bagi konsumen karena tidak dapat dipastikan kualitas dan proses penyimpanan beras tersebut. Rantai pengawasan yang ketat di dalam negeri justru tidak dapat diterapkan pada barang yang masuk secara ilegal.
Pakaian bebas ilegal juga menjadi perhatian, karena dampaknya tidak terbatas pada satu sektor. Industri tekstil dalam negeri, termasuk para tukang jahit, semakin kesulitan bersaing dengan barang impor yang tidak dikenai pengawasan yang sama. Suahasil menekankan bahwa peredaran pakaian bekas ilegal dapat menekan pelaku usaha lokal dan bahkan memengaruhi rantai industri terkait.
Di sisi lain, aspek keamanan menjadi isu penting terkait pakaian bebas ilegal. Suahasil mempertanyakan kondisi kebersihan dan keamanan pakaian bekas yang masuk secara ilegal, mengingat risiko penyakit menular yang mungkin tidak terdeteksi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan publik, terutama mengingat barang tersebut tidak melalui proses sterilisasi yang memadai.
Bagikan
Berita terkait
Utilisasi Pabrik Tekstil 75%, Pemerintah Sebut Masih Ada Ruang Ekspansi
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 22.19
Prabowo Minta Syarat Bahan Baku Tekstil Ditinjau, Barang Impor Ilegal Ditindak
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 22.00
Industri Tekstil Bakal Dapat Tax Holiday
Detik.com · 22 September 2026 pukul 21.48
Danantara Mau Bikin BUMN Tekstil, Bakal Terintegrasi dalam Satu Kawasan
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 21.45